Klinik Bedah Plastik DOY JUN
Lifting Wajah

DOY JUN Lifting Guide

Peremajaan Wajah dengan Kombinasi Operasi dan Prosedur Nonbedah

Artikel ini merangkum alasan penuaan wajah ditangani dengan beberapa metode sekaligus, tingkat bukti kombinasi facelift dengan laser, filler dengan benang, dan plasma kaya trombosit, risiko bila dikombinasikan, serta hal yang perlu ditanyakan saat konsultasi.

8 makalah rujukan

Ringkasan utama

  • Penuaan wajah melibatkan kulit kendur, berkurangnya volume, kerutan, dan kerusakan kulit akibat sinar matahari secara bersamaan; operasi dapat menangani kekenduran dan volume, tetapi tidak dapat memperbaiki tekstur kulit sepenuhnya [1].
  • Kombinasi facelift dengan pelapisan ulang kulit menggunakan laser dulu diragukan keamanannya, tetapi kini disebutkan bahwa ada banyak bukti keduanya dapat dikombinasikan dengan aman bila dilakukan dengan tepat [1].
  • Perawatan yang menggabungkan asam hialuronat dan kalsium hidroksilapatit dilaporkan memberikan kepuasan tinggi dengan efek samping ringan, tetapi efek dan kepuasannya cenderung sedikit menurun setelah 6 bulan [2].
  • Peremajaan kulit dengan konsentrat trombosit umumnya dilaporkan memberikan hasil yang baik, tetapi memiliki keterbatasan karena kualitas penelitiannya rendah [3].

Mengapa Beberapa Metode Digunakan Bersamaan?

Penuaan wajah bukan hanya satu perubahan. Kulit mengendur, volume berkurang, kerutan muncul, dan kerusakan kulit akibat sinar matahari (solar elastosis) menumpuk, semuanya terjadi bersamaan [1]. Dijelaskan bahwa operasi dapat menangani kulit yang kendur dan mengembalikan volume, tetapi tidak dapat memperbaiki tekstur kulit sepenuhnya [1].

Karena itu, digunakan pendekatan yang menggabungkan metode-metode yang menangani lapisan berbeda. Tujuan menggabungkan beberapa prosedur invasif minimal dijelaskan sebagai upaya mendapatkan hasil yang serasi dan alami seefektif dan seaman mungkin [4]. Ada pula pandangan bahwa area yang kompleks dan banyak bergerak, seperti wajah bagian atas dan area sekitar mata, perlu ditangani dengan beberapa metode sekaligus, yaitu mengisi area yang cekung, menghaluskan kerutan, memperbaiki pigmentasi, dan melemaskan otot tanpa menghilangkan ekspresi [5].

Bila Facelift Dikombinasikan dengan Laser

Dulu ada kekhawatiran tentang keamanan kombinasi facelift dengan pelapisan ulang kulit menggunakan laser (laser resurfacing) [1]. Tinjauan tahun 2021 merangkum bahwa kini ada banyak bukti bahwa kombinasi ini dapat dilakukan dengan aman, dan bila dilakukan dengan tepat, kedua metode dapat saling memperkuat efeknya [1].

Tinjauan yang sama juga membahas laser mana di antara berbagai jenis laser yang dapat dikombinasikan dengan operasi secara aman dan bagaimana caranya, serta proses memilih situasi dan pasien yang sesuai untuk mengurangi komplikasi [1]. Karena itu, perlu tidaknya kombinasi ditentukan dengan menilai kondisi kulit dan rencana operasi secara bersamaan.

Bila Prosedur Suntik dan Benang Digunakan Bersamaan

Toksin botulinum dan filler telah menjadi metode yang banyak dicari untuk mengoreksi penuaan wajah karena keamanan dan kegunaannya yang beragam, dan belakangan benang yang dapat diserap tubuh (bioabsorbable thread) untuk memperbaiki posisi jaringan yang turun juga digunakan bersamaan [4]. Makin banyak pula dokter yang menggabungkan benang, filler, dan toksin botulinum untuk mendapatkan hasil yang lebih tahan lama dan alami [4]. Literatur ini merangkum pengalaman para penulis tentang titik acuan anatomi, jarak antarprosedur, serta perawatan sebelum dan sesudah prosedur [4].

Kombinasi antarfiller juga telah diteliti. Tinjauan sistematis tahun 2025 meninjau perawatan yang menggunakan asam hialuronat (HA) dan kalsium hidroksilapatit (CaHA) secara bersamaan tetapi terpisah, atau mencampur keduanya dalam satu jarum suntik [2]. Kombinasi ini merangsang pembentukan kolagen melalui jalur yang berbeda, dan dilaporkan memberikan efek estetika serta kepuasan yang tinggi di berbagai area wajah, dengan efek samping ringan yang hilang dengan sendirinya [2]. Namun, setelah 6 bulan teramati kecenderungan perbaikan estetika dan kepuasan sedikit menurun, dan karena perbedaan antarpenelitian besar, angka-angkanya tidak dapat digabungkan sehingga hanya disintesis secara kualitatif [2].

Untuk wajah bagian atas, diperkenalkan strategi yang menggabungkan toksin botulinum, filler, laser, cahaya berdenyut intens (intense pulsed light), ultrasound terfokus mikro, dan microneedling radiofrekuensi fraksional [5]. Para penulis menilai bahwa bila rekomendasi keamanan dipatuhi, dokter yang berpengalaman dapat menggabungkan metode-metode ini dengan aman, dan bahwa melakukan beberapa prosedur sekaligus memberikan perbaikan yang lebih besar dalam waktu lebih singkat dibandingkan membaginya ke beberapa kunjungan, serta memperpendek masa pemulihan secara keseluruhan sehingga kepuasan meningkat [5]. Kesimpulan ini didasarkan pada tinjauan literatur dan pengalaman klinis para penulis.

Kombinasi dengan Prosedur Regenerasi Kulit

Plasma kaya trombosit (platelet-rich plasma, PRP) adalah trombosit dan faktor pertumbuhan yang dikumpulkan dalam konsentrasi tinggi dari darah sendiri, dan dijelaskan bahwa bila digunakan bersama laser, microneedling, filler, atau transfer lemak autolog, efeknya saling memperkuat sehingga hasil estetika menjadi lebih baik [6]. Literatur yang sama menyatakan bahwa ke depan diperlukan penelitian untuk menstandarkan cara perawatan PRP sesuai indikasinya [6].

Tinjauan tahun 2022 tentang konsentrat trombosit autolog (autologous platelet concentrates) meninjau 100 publikasi dan menilai bahwa perawatan ini aman dan dapat ditoleransi dengan baik untuk peremajaan kulit, tetapi meskipun hasilnya umumnya baik, kualitas penelitiannya rendah [3]. Kesimpulannya, masih diperlukan lebih banyak uji klinis berkualitas tinggi dengan masa pemantauan yang memadai [3].

Mesoterapi dan microneedling makin populer, tetapi disoroti bahwa penelitian tentang efek dan hasil jangka panjangnya masih tertinggal [7]. Pengelupasan kimia (chemical peeling) adalah salah satu metode peremajaan wajah yang sudah lama digunakan, dan dapat disesuaikan untuk setiap orang dengan mengatur jenis dan kekuatan bahan serta cara pengaplikasiannya [7].

Risiko bila Dikombinasikan

Bila beberapa metode dikombinasikan, risiko setiap metode juga ikut menyertai. Seiring meningkatnya penggunaan filler, laporan komplikasi terkait juga meningkat; sebagian besar ringan dan sementara, tetapi komplikasi yang serius dan berlangsung lama juga teramati [8]. Komplikasi utama yang disebutkan meliputi perubahan pigmen, reaksi hipersensitivitas, infeksi, nodul, reaksi granuloma, sumbatan pembuluh darah, dan perpindahan filler [8].

Literatur yang sama menekankan bahwa strategi pencegahan dan penanganan komplikasi perlu dipahami dengan baik agar pasien dapat dipersiapkan sejak awal dan masalah dapat ditangani secara efektif bila terjadi [8]. Dalam perawatan kombinasi, pengaturan jarak yang tepat antarprosedur untuk mempersingkat masa pemulihan juga termasuk dalam perencanaan [4].

Hal yang Perlu Ditanyakan saat Konsultasi

Sebagian besar bahan yang ditinjau kali ini adalah tinjauan pustaka dan tulisan yang merangkum pengalaman para penulis, dan hasil penelitian acak yang membandingkan secara langsung perawatan kombinasi dengan perawatan tunggal tidak dapat ditemukan dalam ringkasan makalahnya. Tinjauan sistematis tahun 2025 pun menyatakan bahwa ke depan bukti keamanan dan efektivitas jangka panjang perlu dibangun melalui penelitian dengan desain yang ketat [2]. Kombinasi yang cocok berbeda pada setiap orang tergantung pola penuaan, kondisi kulit, dan waktu yang tersedia untuk pemulihan, jadi silakan pastikan hal-hal berikut saat pemeriksaan.

  • Apakah penuaan Anda lebih dekat ke kekenduran, berkurangnya volume, kerutan, atau tekstur kulit
  • Urutan dan jarak antarprosedur yang akan dikombinasikan
  • Masa pemulihan tiap prosedur dan total masa pemulihan bila digabungkan
  • Cara penanganan bila terjadi komplikasi filler
  • Tingkat bukti setiap metode dan rentang hasil yang dapat diharapkan

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah boleh menjalani beberapa prosedur sekaligus?
Tinjauan tentang perawatan kombinasi untuk wajah bagian atas menilai bahwa bila rekomendasi keamanan dipatuhi, dokter yang berpengalaman dapat menggabungkan beberapa metode dengan aman, dan melakukannya sekaligus memperpendek total masa pemulihan sehingga kepuasan meningkat [5]. Namun, kesimpulan ini didasarkan pada tinjauan literatur dan pengalaman penulis, dan tidak berlaku untuk semua kombinasi. Tergantung kondisi kulit dan jenis prosedurnya, membaginya ke beberapa sesi bisa jadi lebih baik.
Apakah facelift dan laser boleh dilakukan bersamaan?
Tinjauan tahun 2021 merangkum bahwa berbeda dengan kekhawatiran keamanan di masa lalu, kini ada banyak bukti bahwa kedua metode dapat dikombinasikan dengan aman bila dilakukan dengan tepat [1]. Namun, caranya berbeda tergantung jenis laser dan pemilihan pasien, sehingga diperlukan penilaian yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing [1].
Apakah efeknya lebih baik bila dikombinasikan dengan suntikan PRP?
Ada penjelasan bahwa penggunaan PRP bersama laser, microneedling, filler, atau transfer lemak memberikan efek yang saling memperkuat [6]. Namun, tinjauan yang meneliti penelitian konsentrat trombosit menilai bahwa meskipun hasilnya umumnya baik, kualitas penelitiannya rendah [3]. Sebaiknya Anda mengambil keputusan dengan memahami bahwa buktinya belum cukup.

Referensi

  1. Hessler JL, Trujillo O. Combining Laser Resurfacing and Facial Rejuvenation Surgery. Facial Plast Surg. 2021.PubMed 33845493DOI
  2. Meçani R, Amiri M, Kadouch J, et al. Combined and Hybrid Treatments of Hyaluronic Acid (HA) and Calcium Hydroxylapatite (CaHA): A Systematic Review of Mechanisms of Action, Aesthetic Effectiveness, Satisfaction, and Safety Profile. Aesthetic Plast Surg. 2025.PubMed 40481158DOI
  3. Buzalaf MAR, Levy FM. Autologous platelet concentrates for facial rejuvenation. J Appl Oral Sci. 2022.PubMed 36074433DOI
  4. Moon H, Fundaro SP, Goh CL, et al. A Review on the Combined Use of Soft Tissue Filler, Suspension Threads, and Botulinum Toxin for Facial Rejuvenation. J Cutan Aesthet Surg. 2021.PubMed 34566355DOI
  5. Langelier N, Beleznay K, Woodward J. Rejuvenation of the Upper Face and Periocular Region: Combining Neuromodulator, Facial Filler, Laser, Light, and Energy-Based Therapies for Optimal Results. Dermatol Surg. 2016.PubMed 27128248DOI
  6. Emer J. Platelet-Rich Plasma (PRP): Current Applications in Dermatology. Skin Therapy Lett. 2019.PubMed 31584784
  7. Lee JC, Daniels MA, Roth MZ. Mesotherapy, Microneedling, and Chemical Peels. Clin Plast Surg. 2016.PubMed 27363773DOI
  8. Chiang YZ, Pierone G, Al-Niaimi F. Dermal fillers: pathophysiology, prevention and treatment of complications. J Eur Acad Dermatol Venereol. 2017.PubMed 27662522DOI

Artikel ini adalah terjemahan dari informasi kesehatan umum yang disusun dalam bahasa Korea oleh Klinik Bedah Plastik DOY JUN berdasarkan ringkasan (abstrak) makalah di jurnal ilmiah internasional. Metode dan hasil perawatan berbeda-beda tergantung kondisi masing-masing, jadi pastikan diagnosis dan rencana yang tepat melalui konsultasi dengan dokter spesialis.

Lihat semua panduan Lifting Wajah

Panduan operasi Lifting Wajah

Tanya Jawab Dokter

Semua Tanya Jawab

Baca juga

Konsultasi · Reservasi

Reservasi Cepat

+82-2-511-7705

Konsultasi

Jam Praktik & Lokasi

Lantai 12, Gedung Urbanhive, 476 Gangnam-daero, Gangnam-gu, Seoul

doyjunps@naver.com

Konsultasi Telepon

Jam Praktik

Senin sampai Jumat

10:00 ~ 19:00

Sabtu

10:00 ~ 17:00

※Tanpa istirahat makan siang di semua hari praktik