Klinik Bedah Plastik DOY JUN
Lifting Wajah

DOY JUN Lifting Guide

Mengapa Wajah Menua: Lemak, Ligamen, dan Tulang

Berdasarkan ringkasan makalah tinjauan anatomi, artikel ini merangkum bahwa penuaan wajah bukan sekadar kulit yang kendur, melainkan proses yang melibatkan perubahan kompartemen lemak, ligamen penahan, dan tulang wajah secara bersamaan, serta makna pemahaman ini bagi pemilihan perawatan.

8 makalah rujukan

Ringkasan utama

  • Penuaan wajah dahulu dianggap sebagai akibat gravitasi yang menarik kulit dan lemak ke bawah, tetapi kini dipahami sebagai perubahan pada berbagai lapisan, termasuk otot dan tulang [1].
  • Tulang, ligamen, otot, lemak, dan kulit semuanya menua, tetapi waktu mulai dan kecepatan perubahannya berbeda pada setiap struktur, setiap orang, dan setiap kelompok etnis [2].
  • Lemak wajah bukan satu lembaran utuh, melainkan terbagi menjadi beberapa kompartemen, dan perubahan volume akibat usia berbeda pada setiap kompartemen [1, 3].
  • Dijelaskan bahwa bila tulang wajah mengalami penyerapan (resorpsi) sehingga tonjolan kerangka berkurang, wajah tampak kendur, dan bila topangan ligamen melemah, jaringan lunak di atasnya menjadi longgar [4].

Kendur Bukan Hanya karena Gravitasi

Dahulu, penuaan wajah dipandang sebagai akibat gravitasi yang terus-menerus menarik kulit dan lemak di bawahnya ke bawah, dan lemak wajah pun dianggap sebagai satu jaringan yang menyambung [1]. Seiring bertambahnya penelitian selama 40 tahun terakhir, usulan tahun 1965 bahwa penuaan wajah melibatkan perubahan tidak hanya pada kulit dan lemak tetapi juga pada otot dan tulang telah dikonfirmasi dan diteliti lebih dalam [1].

Wajah tersusun dari tulang, ligamen, otot, lemak, dan kulit yang bertumpuk berlapis-lapis, dan penuaan terjadi di semua lapisan ini [2]. Penuaan dijelaskan sebagai proses dengan banyak penyebab yang melibatkan faktor dari dalam tubuh (faktor intrinsik) dan faktor lingkungan luar (faktor ekstrinsik) secara bersamaan [5]. Inilah sebabnya perubahan wajah dapat berbeda pada setiap orang meskipun usianya sama.

Lemak: Kompartemen Lemak yang Terbagi-bagi

Para peneliti menunjukkan bahwa lemak wajah bukan satu lembaran utuh, melainkan terbagi menjadi beberapa kompartemen (fat compartment) di seluruh wajah, dan temuan ini mendorong perkembangan teknik peremajaan wajah [1]. Kompartemen lemak terbagi menjadi kompartemen dangkal yang dekat dengan kulit dan kompartemen dalam di bawahnya, dan kompartemen dalam berperan sebagai penopang struktural bagi wajah bagian tengah (midface) dan kompartemen dangkal [5].

Setiap kompartemen merupakan unit tersendiri yang dibatasi oleh sekat fasia, dan volumenya berubah seiring usia [3]. Kompartemen dalam di pipi bagian dalam, kompartemen di area lipatan nasolabial (garis senyum), kompartemen dangkal di tengah pipi, dan kompartemen di pipi bagian luar disebut sebagai area yang mengempis lebih nyata dibandingkan kompartemen lain [3]. Berdasarkan peta seperti ini, kini dimungkinkan pendekatan yang memilih dan mengisi kompartemen yang volumenya berkurang [3].

Ligamen: Struktur yang Menahan Wajah

Ligamen penahan (retaining ligament) adalah jaringan serat yang menahan kulit dan jaringan lunak pada struktur yang lebih dalam. Ligamen ini dijelaskan sebagai struktur yang penting untuk memahami penuaan dan peremajaan wajah [6]. Ligamen-ligamen ini membagi ruang dan kompartemen wajah pada posisi anatomi tertentu, dan bagian yang menjulur ke arah kulit membentuk sekat di antara kompartemen lemak [6].

Dijelaskan bahwa seiring bertambahnya usia, berkurangnya topangan ligamen membuat jaringan lunak di atasnya menjadi longgar [4]. Dalam operasi, melepaskan ligamen yang tepat sesuai hasil yang diinginkan merupakan hal penting, dan karena ligamen juga berfungsi sebagai penanda letak cabang saraf wajah, ligamen digunakan sebagai patokan untuk menghindari cedera saraf [6]. Namun, klasifikasi dan nama ligamen telah dideskripsikan secara berbeda dalam berbagai literatur karena adanya perbedaan tafsiran anatomi [6].

Tulang: Kerangka yang Menyusut dan Kontur yang Tampak Berubah

Tulang wajah juga berubah banyak seiring usia, dan dijelaskan bahwa penyerapan tulang terutama menonjol pada bagian tulang rahang yang berkaitan dengan gigi [4]. Bila tonjolan kerangka berkurang, wajah memberi kesan seolah turun ke bawah [4].

Perubahan akibat penuaan terjadi di semua lapisan antara kulit dan tulang, tetapi seberapa besar kontribusi setiap lapisan terhadap perubahan penampilan secara keseluruhan belum sepenuhnya diketahui [4]. Karena itu, perubahan wajah sulit dijelaskan hanya dengan satu penyebab.

Area Sekitar Mulut, Tempat Berbagai Perubahan Bertumpuk

Area sekitar mulut adalah bagian yang sangat terpengaruh oleh penuaan [7]. Paparan sinar matahari, penyerapan tulang, kontraksi otot sekitar mulut yang berulang, gravitasi, perubahan jaringan kulit, dan gaya hidup yang tidak sehat disebut bekerja bersama-sama [7]. Perubahan yang khas antara lain sebagai berikut [7].

  • Kerutan halus pada bibir
  • Lipatan nasolabial (nasolabial fold) dan lipatan di bawah bibir yang makin dalam
  • Bibir atas yang menjadi lebih panjang dan rata
  • Sudut bibir yang turun dan garis di bawah sudut bibir (marionette line)
  • Bagian merah bibir yang menipis dan gigi atas yang makin sedikit terlihat
  • Permukaan ujung dagu yang tidak rata

Memahami Proses Penuaan Mengubah Rencana Perawatan

Pemahaman bahwa penuaan terjadi di berbagai lapisan juga tercermin dalam rencana perawatan. Satu tinjauan menjelaskan urutan yang dimulai dengan mengisi kembali volume kompartemen lemak yang berkurang, lalu menangani kekenduran sistem muskuloaponeurotik superfisial (SMAS, superficial musculoaponeurotic system) dan kulit di atasnya [3]. Disebutkan bahwa pada pasien yang sesuai, perawatan kadang dilakukan hanya dengan mengisi volume, tetapi umumnya cara ini digunakan untuk melengkapi facelift [3].

Saat menggunakan filler pun ditekankan bahwa pemahaman tentang anatomi dan biomekanik (biomechanics) wajah diperlukan untuk mendapatkan hasil yang alami dan mengurangi risiko efek samping [8]. Algoritma untuk memilih metode perawatan berdasarkan pola perubahan kompartemen lemak seiring usia juga telah diusulkan [5]. Namun, sebagian besar bahan yang ditinjau kali ini adalah tinjauan yang merangkum anatomi dan pengalaman para penulis, sehingga sulit dianggap sebagai bukti yang membandingkan efek perawatan tertentu.

Perlu dipertimbangkan pula bahwa waktu mulai dan kecepatan penuaan berbeda pada setiap kelompok etnis [2]. Lapisan mana yang perubahannya paling menonjol berbeda pada setiap orang, sehingga penilaian perlu dilakukan secara individual melalui pemeriksaan.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah wajah kendur karena kulitnya meregang?
Kulit memang ikut berubah, tetapi penuaan wajah terjadi pada tulang, ligamen, otot, lemak, dan kulit [2]. Dijelaskan bahwa berkurangnya tonjolan tulang atau melemahnya topangan ligamen juga berperan dalam kesan wajah yang tampak kendur [4].
Apakah masalahnya teratasi bila area yang cekung diisi dengan filler?
Kini dimungkinkan metode yang memilih dan mengisi kompartemen lemak yang berkurang, dan pada kasus yang sesuai, perawatan kadang dilakukan dengan cara ini saja [3]. Namun, tinjauan yang sama menyebutkan bahwa pengisian volume umumnya digunakan untuk melengkapi facelift [3]. Metodenya berbeda tergantung apakah masalah utamanya kekenduran atau berkurangnya volume, jadi pemeriksaan diperlukan.
Mengapa perubahan wajah berbeda pada setiap orang meskipun usianya sama?
Menurut tinjauan, waktu mulai dan kecepatan penuaan berbeda pada setiap struktur, setiap individu, dan setiap kelompok etnis [2]. Selain itu, penuaan wajah adalah proses yang melibatkan faktor dari dalam tubuh dan faktor luar secara bersamaan, sehingga dapat berbeda pula tergantung lingkungan hidup [5].

Referensi

  1. Fitzgerald R, Graivier MH, Kane M, et al. Update on facial aging. Aesthet Surg J. 2010.PubMed 20844296DOI
  2. Cotofana S, Fratila AA, Schenck TL, et al. The Anatomy of the Aging Face: A Review. Facial Plast Surg. 2016.PubMed 27248022DOI
  3. Ramanadham SR, Rohrich RJ. Newer Understanding of Specific Anatomic Targets in the Aging Face as Applied to Injectables: Superficial and Deep Facial Fat Compartments--An Evolving Target for Site-Specific Facial Augmentation. Plast Reconstr Surg. 2015.PubMed 26441111DOI
  4. Wong CH, Mendelson B. Newer Understanding of Specific Anatomic Targets in the Aging Face as Applied to Injectables: Aging Changes in the Craniofacial Skeleton and Facial Ligaments. Plast Reconstr Surg. 2015.PubMed 26441110DOI
  5. Rohrich RJ, Avashia YJ, Savetsky IL. Prediction of Facial Aging Using the Facial Fat Compartments. Plast Reconstr Surg. 2021.PubMed 33347073DOI
  6. Alghoul M, Codner MA. Retaining ligaments of the face: review of anatomy and clinical applications. Aesthet Surg J. 2013.PubMed 23855010DOI
  7. Morera Serna E, Serna Benbassat M, Terré Falcón R, et al. Anatomy and Aging of the Perioral Region. Facial Plast Surg. 2021.PubMed 33845492DOI
  8. Freytag L, Alfertshofer MG, Frank K, et al. Understanding Facial Aging Through Facial Biomechanics: A Clinically Applicable Guide for Improved Outcomes. Facial Plast Surg Clin North Am. 2022.PubMed 35501049DOI

Artikel ini adalah terjemahan dari informasi kesehatan umum yang disusun dalam bahasa Korea oleh Klinik Bedah Plastik DOY JUN berdasarkan ringkasan (abstrak) makalah di jurnal ilmiah internasional. Metode dan hasil perawatan berbeda-beda tergantung kondisi masing-masing, jadi pastikan diagnosis dan rencana yang tepat melalui konsultasi dengan dokter spesialis.

Lihat semua panduan Lifting Wajah

Panduan operasi Lifting Wajah

Tanya Jawab Dokter

Semua Tanya Jawab

Baca juga

Konsultasi · Reservasi

Reservasi Cepat

+82-2-511-7705

Konsultasi

Jam Praktik & Lokasi

Lantai 12, Gedung Urbanhive, 476 Gangnam-daero, Gangnam-gu, Seoul

doyjunps@naver.com

Konsultasi Telepon

Jam Praktik

Senin sampai Jumat

10:00 ~ 19:00

Sabtu

10:00 ~ 17:00

※Tanpa istirahat makan siang di semua hari praktik