Klinik Bedah Plastik DOY JUN
Lifting Wajah

DOY JUN Lifting Guide

Garis Rahang Kendur (Jowl) dan Cara Memperbaikinya

Artikel ini merangkum alasan garis rahang menjadi kurang tegas seiring usia, perbedaan antara filler, transfer lemak, facelift, dan toksin botulinum untuk rahang persegi, keterbatasan dan risiko setiap metode, serta hal yang perlu ditanyakan saat konsultasi.

7 makalah rujukan

Ringkasan utama

  • Bila kulit di area rahang mengendur dan jaringan lunaknya turun, dapat terjadi jowling, yaitu jaringan yang menggelambir di bawah garis rahang, serta dagu yang kendur [1].
  • Berkurangnya volume akibat usia juga dijelaskan sebagai faktor yang membuat sudut bibir turun dan jaringan menggelambir di bawah garis rahang, sehingga garis rahang yang ramping seperti saat muda menjadi samar [2].
  • Filler adalah metode nonbedah yang hanya menimbulkan sedikit rasa tidak nyaman dengan masa pemulihan yang singkat, tetapi efeknya sementara dan diperlukan langkah pencegahan terhadap komplikasi jangka pendek maupun jangka panjang [1].
  • Wajah bagian bawah yang tampak lebar karena otot rahang yang besar adalah masalah yang berbeda dari kekenduran, dan disebutkan bahwa efek toksin botulinum biasanya paling besar pada sekitar bulan ke-3 dan dapat bertahan 6 hingga 12 bulan [3].

Mengapa Garis Rahang Menjadi Kurang Tegas?

Sepertiga bagian bawah wajah sangat memengaruhi kesan wajah secara keseluruhan, dan garis rahang yang tegas dipandang memberi kesan indah dan awet muda [4]. Garis rahang juga merupakan salah satu unsur yang membedakan ciri wajah pria dan wanita [4].

Seiring bertambahnya usia, kulit di area rahang mengendur dan jaringan lunaknya turun, sehingga dapat terjadi jowling, dagu yang kendur, dan dagu yang tampak kurang maju [1]. Berkurangnya volume juga dipahami sebagai penyebab penting; di wajah bagian bawah, hal ini tampak sebagai sudut bibir yang turun dan jaringan yang menggelambir di bawah garis rahang, sehingga garis rahang yang ramping seperti saat muda menghilang [2].

Ada penjelasan bahwa penuaan wajah melibatkan turunnya jaringan sekaligus berkurangnya volume, sehingga untuk mendapatkan hasil yang baik keduanya perlu ditangani [5]. Metode yang sesuai berbeda tergantung mana yang lebih dominan, jadi penting untuk lebih dulu memilah penyebabnya melalui pemeriksaan.

Membentuk Garis Rahang dengan Filler

Untuk dagu dan garis rahang, digunakan filler seperti asam hialuronat, kalsium hidroksilapatit, asam poli-L-laktat (poly-L-lactic acid), dan polimetil metakrilat (polymethyl methacrylate), dan setiap bahan memiliki sifat dan cara penyuntikan yang berbeda [1]. Filler digunakan untuk membentuk kembali garis rahang, mengangkat jaringan lunak, dan memperbaiki proporsi wajah [4]. Area yang ditangani meliputi dagu, cekungan di depan jowl (prejowl), garis rahang bawah, dan sudut rahang [4].

Pelipis, wajah bagian tengah, dan sisi samping rahang bawah dianggap sebagai pilar yang menopang wajah, dan dalam perawatan filler pun koreksi garis rahang bagian samping makin mendapat perhatian [6].

Konsensus para ahli tahun 2014 merangkum cara mengembalikan garis rahang dengan filler kalsium hidroksilapatit menurut tahap hilangnya garis rahang, dan menyimpulkan bahwa metode ini dapat digunakan pada pasien di tahap mana pun [2]. Rekomendasi ini merupakan kumpulan pendapat para ahli sehingga tingkat buktinya berbeda dari penelitian acak, dan perlu diperhitungkan pula bahwa konsensus ini membahas produk tertentu.

Transfer Lemak dan Facelift

Transfer lemak autolog (fat grafting) dapat digunakan untuk memperbaiki kontur area yang biasa ditangani dengan filler, termasuk garis rahang dan dagu [5]. Para penulis menjelaskan bahwa transfer lemak memiliki kelebihan karena menghasilkan kontur yang menyatu secara alami dengan jaringan di sekitarnya [5]. Diperkenalkan pula metode yang memindahkan jaringan yang turun kembali ke posisinya dan membuang jaringan berlebih melalui operasi, sambil mengisi volume dengan transfer lemak (lift-and-fill) [5].

Facelift juga memiliki keterbatasan. Tinjauan tahun 2018 membahas kondisi anatomi seperti pita otot leher (platysma banding), tipe wajah yang berisi, dan wajah bagian tengah yang kurang berkembang sebagai tantangan sulit dalam facelift [7]. Tinjauan yang sama juga menyoroti keterbatasan hasil yang dapat dicapai dengan facelift saja, dan menjelaskan konsultasi yang membantu pasien memiliki harapan yang realistis [7].

Bila Penyebabnya Otot Rahang

Ada kalanya wajah bagian bawah tampak lebar bukan karena garis rahang yang kendur, melainkan karena otot pengunyah, yaitu otot masseter, yang besar [3]. Dalam kasus ini, selain operasi, digunakan metode noninvasif berupa penyuntikan toksin botulinum ke otot [3]. Tinjauan tahun 2022 yang merangkum 14 dari 40 penelitian menyimpulkan bahwa metode ini merupakan perawatan noninvasif yang aman dan efektif untuk pembesaran otot masseter, tetapi menyatakan bahwa belum ada pedoman baku [3].

Menurut tinjauan yang sama, setelah satu kali suntikan, efeknya biasanya paling besar pada sekitar bulan ke-3 dan dapat bertahan 6 hingga 12 bulan, dan beberapa kali suntikan mungkin diperlukan untuk mempertahankan efeknya [3]. Tinjauan ini merangkum bahwa perbedaan antarpenelitian besar dan ras pasien serta derajat pembesaran ototnya pun berbeda, sehingga dosis yang tepat tidak dapat ditentukan, dan cara serta dosis suntikan perlu disesuaikan untuk setiap orang [3]. Metode ini adalah perawatan untuk mengecilkan volume otot, sehingga tujuannya berbeda dari perawatan untuk mengangkat kulit yang kendur.

Risiko dan Keterbatasan Bukti

Kelebihan filler yang sering disebut adalah rasa tidak nyaman yang ringan dan masa pemulihan yang singkat [1]. Namun, efeknya sementara, dan untuk mendapatkan hasil yang baik diperlukan langkah pencegahan terhadap komplikasi jangka pendek maupun jangka panjang [1]. Ditekankan pula bahwa pemahaman yang baik tentang struktur anatomi dan proses penuaan wajah bagian bawah diperlukan untuk mencapai hasil yang efektif dan aman [4].

Sebagian besar bahan yang ditinjau kali ini adalah tinjauan pustaka dan pendapat ahli, dan hasil penelitian acak yang membandingkan secara langsung berbagai cara mengatasi garis rahang kendur tidak dapat ditemukan dalam ringkasan makalahnya. Ras subjek penelitian pun sebagian besar tidak disebutkan dalam ringkasan makalah, sehingga sulit memastikan apakah hasil yang sama dapat diharapkan pada pasien Korea. Karena itu, daripada menyatakan metode mana yang lebih baik, lebih realistis memilih metode sesuai penyebab dan derajatnya.

Hal yang Perlu Ditanyakan saat Konsultasi

Cara mengatasi keluhan garis rahang berbeda tergantung penyebab utamanya: kekenduran, berkurangnya volume, atau ukuran otot. Silakan pastikan hal-hal berikut saat pemeriksaan.

  • Penyebab utama di antara kekenduran, berkurangnya volume, dan pembesaran otot
  • Jenis bahan dan perkiraan lama efeknya bertahan bila menggunakan filler
  • Apakah kondisi Anda lebih cocok ditangani dengan metode bedah
  • Kapan efek toksin botulinum muncul dan perlu tidaknya suntikan berulang
  • Cara mencegah komplikasi dan langkah yang perlu diambil bila muncul gejala yang tidak biasa

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah efek filler garis rahang bertahan selamanya?
Tidak. Perawatan filler nonbedah dijelaskan sebagai metode yang efeknya sementara [1]. Lama efeknya bertahan berbeda tergantung bahan, area, dan individu, jadi sebaiknya Anda memastikan perkiraan lamanya dan rencana perawatan ulang saat konsultasi.
Apakah suntikan toksin botulinum untuk rahang persegi dapat mengangkat garis rahang yang kendur?
Toksin botulinum diteliti sebagai perawatan yang mengecilkan otot masseter yang membesar untuk merampingkan lebar wajah bagian bawah [3]. Perubahan garis rahang akibat kulit dan jaringan lunak yang kendur memiliki penyebab yang berbeda, sehingga metode lain seperti filler atau operasi dapat dipertimbangkan [1]. Menurut tinjauan pustaka, efek perawatan otot ini biasanya paling besar pada sekitar bulan ke-3 dan dapat bertahan 6 hingga 12 bulan [3].
Apakah masalah garis rahang selesai hanya dengan facelift?
Belum tentu. Tinjauan tahun 2018 menyoroti keterbatasan hasil yang dapat dicapai dengan facelift saja dan juga membahas konsultasi yang membantu pasien memiliki harapan yang realistis [7]. Diperkenalkan pula metode yang menggabungkan transfer lemak untuk menangani kekenduran dan berkurangnya volume sekaligus [5].

Referensi

  1. Go BC, Frost AS, Friedman O. Using injectable fillers for chin and jawline rejuvenation. World J Otorhinolaryngol Head Neck Surg. 2023.PubMed 37383337DOI
  2. Dallara JM, Baspeyras M, Bui P, et al. Calcium hydroxylapatite for jawline rejuvenation: consensus recommendations. J Cosmet Dermatol. 2014.PubMed 24641600DOI
  3. Kundu N, Kothari R, Shah N, et al. Efficacy of botulinum toxin in masseter muscle hypertrophy for lower face contouring. J Cosmet Dermatol. 2022.PubMed 35176198DOI
  4. Braz A, Eduardo CCP. Reshaping the Lower Face Using Injectable Fillers. Indian J Plast Surg. 2020.PubMed 32884187DOI
  5. Schultz KP, Raghuram A, Davis MJ, et al. Fat Grafting for Facial Rejuvenation. Semin Plast Surg. 2020.PubMed 32071577DOI
  6. Moradi A, Watson J. Current Concepts in Filler Injection. Facial Plast Surg Clin North Am. 2015.PubMed 26505545DOI
  7. Truswell WH 4th, Putman HC 3rd, Perkins SW, et al. The Superficial Musculoaponeurotic System and Other Considerations in Rejuvenation of the Lower Face and Neck. Facial Plast Surg Clin North Am. 2018.PubMed 29636147DOI

Artikel ini adalah terjemahan dari informasi kesehatan umum yang disusun dalam bahasa Korea oleh Klinik Bedah Plastik DOY JUN berdasarkan ringkasan (abstrak) makalah di jurnal ilmiah internasional. Metode dan hasil perawatan berbeda-beda tergantung kondisi masing-masing, jadi pastikan diagnosis dan rencana yang tepat melalui konsultasi dengan dokter spesialis.

Lihat semua panduan Lifting Wajah

Panduan operasi Lifting Wajah

Tanya Jawab Dokter

Semua Tanya Jawab

Baca juga

Konsultasi · Reservasi

Reservasi Cepat

+82-2-511-7705

Konsultasi

Jam Praktik & Lokasi

Lantai 12, Gedung Urbanhive, 476 Gangnam-daero, Gangnam-gu, Seoul

doyjunps@naver.com

Konsultasi Telepon

Jam Praktik

Senin sampai Jumat

10:00 ~ 19:00

Sabtu

10:00 ~ 17:00

※Tanpa istirahat makan siang di semua hari praktik