Ringkasan utama
- Asimetri wajah umum ditemukan, dan bila asimetrinya jelas, dapat menimbulkan masalah baik pada fungsi maupun penampilan [1].
- Perbedaan perkembangan rahang dan gigi relatif umum, sehingga koreksi biasanya dipertimbangkan bila ada gangguan fungsi atau kesulitan psikososial [2].
- Pengobatan mengutamakan perbaikan penyakit yang mendasarinya, dan bila disertai masalah gigitan (oklusi), dilakukan bedah ortognatik [1].
- Toksin botulinum dapat membantu asimetri akibat kelumpuhan saraf wajah, tetapi buktinya masih kurang [3].
Seberapa Umum Asimetri Wajah?
Pada kebanyakan orang, sisi kiri dan kanan wajah tidak sama persis. Tinjauan tahun 2011 juga menjelaskan bahwa asimetri wajah umum ditemukan, dan menilai bahwa asimetri yang jelas dapat menimbulkan masalah baik pada fungsi maupun penampilan [1].
Tinjauan tahun 2020 di bidang kedokteran gigi menyebutkan bahwa perkembangan tulang wajah yang menyimpang dari standar rata-rata terjadi secara relatif normal pada sebagian besar pasien [2]. Karena itu, tinjauan ini merangkum bahwa koreksi biasanya hanya dipertimbangkan bila ada penyakit terkait, gangguan fungsi, atau kesulitan psikososial [2]. Adanya perbedaan kecil saja tidak berarti pengobatan pasti diperlukan.
Penyebab Asimetri
Penyebab asimetri wajah meliputi kelainan bawaan, penyakit yang didapat, cedera, dan variasi dalam proses perkembangan [1]. Namun, asimetri yang terjadi dalam proses perkembangan sering kali tidak jelas penyebabnya [1]. Kelainan rahang dan gigi pun sebagian besar terjadi dalam proses perkembangan, dengan rentang yang luas, mulai dari yang hampir tidak terlihat hingga yang tampak jelas [2].
Bila pasien mengeluhkan asimetri, penyebab yang mendasarinya harus dicari terlebih dahulu [1]. Ada pula asimetri yang timbul akibat gerakan otot, seperti pada kelumpuhan saraf wajah, sehingga pendekatannya berbeda tergantung apakah masalahnya ada pada tulang atau pada jaringan lunak dan otot.
- Kelainan bawaan
- Penyakit yang didapat
- Cedera
- Variasi dalam proses perkembangan
- Masalah gerakan otot, seperti kelumpuhan saraf wajah
Bagaimana Asimetri Dinilai?
Penilaian asimetri wajah dilakukan melalui wawancara riwayat kesehatan, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan pencitraan [1]. Pemeriksaan pencitraan membantu mendiagnosis dan mengukur asimetri secara objektif serta menyusun rencana pengobatan [1]. Saat menilai, dokter memilah komponen mana yang berperan dalam asimetri, apakah jaringan lunak, gigi, atau tulang [1].
Pada asimetri, sering ditemukan pula gigitan yang tidak tepat (maloklusi, malocclusion), kemiringan bidang gigitan, dan pergeseran garis tengah wajah [1]. Inilah alasan perlunya memeriksa bukan hanya bentuk yang tampak dari luar, tetapi juga fungsi mengunyah.
Metode Pengobatan
Pengobatan asimetri wajah pertama-tama bertujuan memperbaiki penyakit yang mendasarinya [1]. Pada asimetri yang disertai masalah gigitan, dilakukan bedah ortognatik (orthognathic surgery) dengan tujuan memperoleh garis tengah wajah yang simetris, profil samping yang serasi, dan gigitan yang tepat [1]. Untuk simetri yang lebih baik, mungkin diperlukan operasi tambahan untuk menambah atau mengurangi volume tulang dan jaringan lunak di kedua sisi [1].
Perawatan ortognatik adalah proses yang memadukan perawatan ortodonti (kawat gigi) dengan bedah mulut dan maksilofasial, dan digunakan untuk masalah yang sulit diatasi dengan perawatan ortodonti biasa, seperti ketidakselarasan rahang atas dan rahang bawah yang berat, gigi depan yang tidak dapat merapat, dan asimetri wajah [4]. Orang dengan masalah seperti ini dapat mengalami berbagai kesulitan, mulai dari masalah fungsi seperti sulit menggigit dan mengunyah hingga rasa minder dalam kehidupan sehari-hari dan sosial [4]. Pengobatan ini memiliki manfaat sekaligus risiko, sehingga keputusan perlu diambil setelah mendapat penjelasan yang cukup [4].
Asimetri akibat Kelumpuhan Saraf Wajah
Bila kelumpuhan saraf wajah berlangsung lama, gejala sisanya menimbulkan masalah dari segi fungsi, penampilan, dan psikologis [5]. Tinjauan sistematis tahun 2017 menilai bahwa asimetri wajah berkaitan erat dengan kesulitan dalam interaksi sosial dan cara seseorang memandang dirinya [3]. Tinjauan ini menjelaskan bahwa suntikan toksin botulinum (botulinum toxin) adalah metode invasif minimal yang membantu memulihkan simetri saat wajah diam maupun bergerak pada kelumpuhan saraf wajah kronis, dan dapat sangat membantu bila dikombinasikan dengan fisioterapi [3].
Namun, dari 47 makalah yang ditemukan, tinjauan sistematis ini hanya dapat memasukkan 3 makalah, dan dosis serta interval suntikan yang optimal belum ditetapkan [3]. Tinjauan tahun 2024 juga menekankan bahwa rekomendasi yang terstandar belum ada, dan suntikan perlu direncanakan berdasarkan hal yang dikeluhkan pasien [5].
Batas yang Dapat Diharapkan dan Hal yang Perlu Ditanyakan saat Konsultasi
Tujuan pengobatan bukanlah membuat kedua sisi wajah sama persis, melainkan memperbaiki fungsi dan keserasian. Literatur pun menyebut tujuan operasi tambahan sebagai simetri yang lebih baik [1]. Batas yang mungkin dicapai berbeda pada setiap orang tergantung penyebab dan derajat asimetri serta kondisi tulang dan jaringan lunak, sehingga rencana perlu disusun setelah dipastikan melalui pemeriksaan fisik dan pencitraan.
- Apakah penyebab asimetri ada pada tulang, gigi, jaringan lunak, atau otot
- Apakah ada masalah fungsi seperti mengunyah
- Apakah perawatan ortodonti juga diperlukan
- Manfaat dan risiko setiap metode pengobatan
- Batas perubahan yang dapat diharapkan setelah pengobatan
Pertanyaan yang sering diajukan
- Apakah wajah yang sedikit asimetris perlu diobati?
- Tidak selalu. Perbedaan perkembangan tulang wajah relatif umum, dan koreksi biasanya dipertimbangkan bila ada gangguan fungsi atau kesulitan psikososial [2]. Bila Anda merasa terganggu, sebaiknya pastikan penyebabnya terlebih dahulu.
- Apakah bedah ortognatik membuat sisi kiri dan kanan wajah sama persis?
- Bedah ortognatik bertujuan memperoleh garis tengah wajah yang simetris, profil samping yang serasi, dan gigitan yang tepat [1]. Untuk simetri yang lebih baik, operasi tambahan mungkin diperlukan [1]. Lebih realistis untuk mengharapkan perbaikan fungsi dan keserasian daripada kedua sisi yang sama persis.
- Apakah asimetri dapat dikoreksi dengan suntikan toksin botulinum?
- Dilaporkan bahwa pada asimetri akibat kelumpuhan saraf wajah, toksin botulinum dapat membantu memulihkan simetri [3]. Namun, buktinya masih kurang dan rekomendasi yang terstandar pun belum ada [3, 5]. Asimetri akibat perbedaan tulang mungkin memerlukan pendekatan lain yang sesuai dengan penyebabnya [1].
Referensi
- Cheong YW, Lo LJ. Facial asymmetry: etiology, evaluation, and management. Chang Gung Med J. 2011.PubMed 21880188
- Tsegga TM, Christensen CJ. Jaw and Dental Abnormalities. Dent Clin North Am. 2020.PubMed 31735222DOI
- Cooper L, Lui M, Nduka C. Botulinum toxin treatment for facial palsy: A systematic review. J Plast Reconstr Aesthet Surg. 2017.PubMed 28389084DOI
- Cunningham SJ, Johal A. Orthognathic correction of dento-facial discrepancies. Br Dent J. 2015.PubMed 25686434DOI
- Carré F, Amar J, Tankéré F, et al. Botulinum Toxin Injections to Manage Sequelae of Peripheral Facial Palsy. Toxins (Basel). 2024.PubMed 38535827DOI
Artikel ini adalah terjemahan dari informasi kesehatan umum yang disusun dalam bahasa Korea oleh Klinik Bedah Plastik DOY JUN berdasarkan ringkasan (abstrak) makalah di jurnal ilmiah internasional. Metode dan hasil perawatan berbeda-beda tergantung kondisi masing-masing, jadi pastikan diagnosis dan rencana yang tepat melalui konsultasi dengan dokter spesialis.




